Postingan

Menampilkan postingan dengan label ponsel

Ada Apa dengan Bayu?

Gambar
  Menjelang tengah malam, Bayu pamit untuk pulang dengan suara yang lemah. “Aku pulang duluan yah,” ucap Bayu. Wajahnya tampak lelah, dengan rambut awut-awutan, kantong mata tebal lantaran kurang istirahat. Sejurus kemudian dia mulai membereskan mejanya, mematikan laptop dan menjejalkannya ke dalam tas bersama setumpuk kertas. Alih-alih langsung merespons, Weni yang menempati meja kerja di sebelah Bayu melirik sudut kanan bawah layar komputernya. Jam 23.54, sedikit lagi tengah malam. “Kamu masih di sini Wen?” Bayu bersuara lagi. “Ya, sedikit lagi nih. Tanggung. Cuma beresin bagian akhir proposal, paling setengah jam lagi kelar,” jawab Weni tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. BACA JUGA: Kala Cinta menyapa di Commuter Line Namun sekejap kemudian, perempuan pertengahan 20 tahun itu ingat sesuatu dan bicara lagi. Kali ini, ia melontarkan pandangan penuh tanya kepada rekan kantornya itu. “Bukannya jam segini kereta udah nggak ada Bay?” “Aku tadi bawa motor kok,” sergah Bayu. “Oh OK!

Njir! Kok Beda Banget Sama yang di Foto?

Gambar
Jam 15.00 tepat, kudengar pintu depan dibuka lalu disusul langkah-langkah berat. Aku yang sedang sibuk masak di dapur ogah melihat ke depan. Karena aku tahu itu Airin, salah seorang teman yang rutin mengunjungi rumahku jika ia sedang ada masalah. "Dew, ada air es nggak, eh jangan! Jus jeruk deh," kata Airin sambil menjatuhkan dirinya di sofa ruang tamu. Bunyi gedebuk membuatku cemas, kalau-kalau sofaku tak kuat menahan beban tubuh Airin yang memang agak tambun. Aku menuju ke depan, dengan segelas jus jeruk di tangan. Dalam posisi setengah selonjor, Airin melirikku sedetik lalu kembali menekuni ponsel cerdasnya. Aku meletakkan jus jeruk itu di meja, lalu duduk sofa lain di situ. "Makasih beib," katanya. BACA JUGA: Cekelan Penahan Sukma, Bikin Mbah J Hampir Abadi Sejenak kami berdua duduk dalam kebisuan. Aku memandang ke arah pintu luar, memperhatikan barisan pot tempat tumbuh beberapa tanaman hias. Sesekali ku dengar Airin menghela nafas, namun enggan kutanggapi. Tun