Postingan

Menampilkan postingan dengan label horor

Cara Mengusir Energi Negatif Keluar dari Rumah, Dijamin Ampuh!

Gambar
Energi negatif berdampak buruk pada kehidupan dan akan membuat rumah menjadi tidak nyaman untuk ditempati.  Bahkan,  itu akan memengaruhi diri kita, mengganggu kesehatan hingga menghalangi rezeki dalam hidup. Karenanya, penting untuk menghalau segala jenis getaran tidak baik tersebut agar jangan sampai memasuki rumah. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk utuk mengusir energi negatif jauh-jauh dari rumah. BACA JUGA: Tanda-tanda Jelas Rumah Kita Dinaungi Energi Negatif! Ngeri Pintu masuk utama rumah  Titik masuk pertama  energi negatif adalah pintu utama. Kamu harus selalu melindungi pintu masuk utama ini.  Simbol pelindung seperti mata jahat selalu mengusir mata negatif orang yang memasuki ruang kamu. Sepatu kuda ketika diletakkan di pintu dalam posisi U terbalik, juga membantu melepaskan atau membuang getaran negatif apa pun, bahkan sebelum ia sempat memasukinya. Di bawah keset Bersamaan dengan ini, ada obat kuat lainnya yang membantu menghilangkan niat negatif dari mereka ya

Tanda-tanda Jelas Rumah Dinaungi Getaran negatif! Ngeri

Gambar
Tak peduli semewah apa sebuah tempat tinggal, jika dikelilingi getaran negatif maka akan membuat orang yang tinggal di dalamnya tidak akan merasa nyaman. Rumah yang ideal adalah yang dinaungi hawa yang positif sehingga membuat siapa pun yang tinggal di dalamnya merasa bahagia. Tapi bagaimana cara mengetahui jika rumahmu dikelilingi oleh getaran negatif? Berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu. BACA JUGA: Ratni mempertahankan Kehormatannya Kamu merasa cemas dan tertekan saat berada di rumah Jika perasaan takut, cemas, dan depresi terus-menerus muncul setiap kali kamu berada di rumah, kemungkinan besar rumahmu akan memiliki getaran yang buruk.  Meskipun ada beberapa alasan lain juga yang dapat memicu perasaan seperti itu, getaran buruk di rumah lebih sering terjadi.  Untuk memastikannya, buatlah jurnal perasaan ketika kamu sendirian di rumah, dengan seseorang, dan ketika kamu berada di luar. Lihat perbedaan dalam suasana hatimu.  BACA JUGA: Simak Nih Ciri-ciri Kepribadian orang B

Ratni Mempertahankan Kehormatannya

Gambar
Celana dalam Ratni sudah sampai di lutut saat kesempatan itu datang. Ketika pria yang berlutut di atasnya berupaya melepas sabuk dan kancing celana jeansnya, Ratni mengentakkan kaki sekuat-kuatnya ke selangkangan sosok yang ingin menggagahinya itu.  Sang pria seketika terjengkang ke belakang. Wajahnya meringis menahan sakit lantaran kejantanannya itu dihajar sedemikian rupa.  Ratni segera bangkit, menarik celananya yang melorot lalu merapikan roknya. Ia memicingkan mata, melihat pria itu masih mengaduh kesakitan di tanah sembari memegang barangnya. Ratni merasakan takut bercampur amarah atas peristiwa yang sedang dialaminya itu.  BACA JUGA: Sepucuk Surat yang Tak Pernah Sampai Ia ingin segera meninggalkan tempat itu, namun matanya terpaku pada  batu yang teronggok di bawah sebatang pohon. Ia diam sebentar, lalu mengangkat batu itu dengan sisa-sia tenaganya. Digotongnya batu itu ke arah pria yang tengah berbaring menggulung di tanah. Pria itu kaget melihat Ratni mendekat, ia ngeri meli

Sosok yang Hidup dalam Benakku

Gambar
  Aku bingung. Ibu  belakangan ini selalu menatapku dengan perasaan lain. Ada pancaran kecemasan dari sorot matanya. Seperti ada yang tidak beres pada diriku. Padahal, aku baik-baik saja. Sehat-sesehatnya.  Begitu juga dengan Dhita, adikku satu-satunya. Ia tak pernah lagi menyelinap masuk ke kamarku lalu tiduran di kasur sambil membaca salah satu koleksi komikku. Sepertinya ia menjaga jarak, bicara seperlunya saja denganku.  Semuanya berawal ketika Rani datang ke rumah. Rani adalah sahabatku. Kami seperti saudara, karena sebagian besar waktunya kerap kali dihabiskan di rumahku.  Kisah pertemuanku dengan Rani begitu unik. Ia mengantarku kembali pulang ketika aku kabur dari rumah karena bertengkar dengan ibu. Dalam pertengkaran itu, ibu mengatakan kalau aku sakit dan itu membuatku kecewa.  Dua hari aku pergi dari rumah, luntang-lantung di jalan lalu menghentikan langkahku di depan sebuah rumah yang tak terawat lantaran tak lagi ditinggali.  Di teras rumah itu, aku ingin mengaso sebentar

Cekelan Penahan Sukma, Bikin Mbah J Hampir Abadi

Gambar
Siang itu begitu panas. Rimbun pohon jati yang tumbuh berbagi tempat dengan dengan pohon-pohon mangga, rambutan dan jambu mete di halaman tak mampu menghalau mentari yang menghajar bumi tanpa ampun. Sementara udara diam tak bergerak lantaran sang bayu enggan bertiup. Mungkin turut merasa gerah. Penghuni dusun ini terus berdatangan. Menjejali sebuah rumah joglo berdinding rendah dengan atap yang menjulang. Keadaan di dalamnya pun terasa sumuk. Gerah, pastinya. Namun semuanya tampak maklum dengan kondisi itu. Para warga duduk bersimpuh di atas hamparan tikar plastik yang disediakan. Beberapa tampak saling bercakap-cakap dengan suara rendah sehingga terdengar seperti gumaman. Sementara yang lain diam saja sembari memandangi peti jenazah yang teronggok persis di tengah-tengah ruangan, melintang di antara dua dari empat soko guru yang menyanggah atap rumah itu. Aku ada di situ, melakukan tugasku menyalami tetamu yang terus mengalir masuk. Sesekali kuarahkan kameraku untuk menjepret keramaia